Jam

Jumlah Pengunjung

Label

Selasa, 19 April 2016

Munafik

MAKALAH TENTANG MUNAFIK









Disusun oleh :
-          Adi Abdul Ghani
-          Ajis Falahudin
-          M Riyad HawariText Box: [Type the document title]

















Daftar Isi

BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
B.     Tujuan
C.     Sistematika penulisan

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III PEMBAHASAN
A.    Pengertian Munafik
B.     Ciri-ciri orang munafik
C.     Bahaya dan kerugian sifat munafik
D.    Contoh perilaku yang mencerminkan sifat munafik

BAB IV KESIMPULAN















BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar belakang
Sifat-sifat tercela ada bermacam-macam, salah satunya adalah munafik. Sifat munafik adalah sifat yang sangat tidak boleh dimiliki oleh seorang muslim karena sifat munafik itu akan membawakan kerugian bagi seseoang yang berperilaku munafik. Selain itu, sifat munafik juga adalah sifat yang sangat dilarang oleh Rasulullah saw. Maka dari itu, kita tidak boleh memiliki sifat jujur.

B.   Tujuan
Tujuan dibuatnya makalah ini yaitu untuk memenuhi tugas kelompok pelajaran akhlaq. Selain itu, dengan dibuatnya makalah ini juga bertujuan untuk mempelajari lebih jauh mengenai sifat munafik sehingga nantinya kita dapat menjauhi sifat munafik.

C.  Sistematika penulisan
BAB I       : Pendahuluan
a.       Latar belakang
b.      Tujuan
c.       Sistematika penulisan
BAB II      : Landasan teori
BAB III    : Pembahasan
a.       Pengertian munafik
b.      Ciri-ciri munafik
c.       Bahaya dan kerugian sifat munafik
d.      Contoh perilaku yang mencerminkan sifat munafik
BAB IV    : Kesimpulan


BAB II
LANDASAN TEORI

Ø Penjelasan tentang munafik
“Di antara manusia ada yang mengatakan, ‘Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian’, padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.” (Q.S Al-Baqarah : 8)

Ø Ciri ciri munafik
“Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.” (Q.S Al-Munafiquun : 1)

“Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang beriman, mereka mengatakan, ‘Kami telah beriman.’ Dan bila mereka kembali kepada syaitan-setan mereka, mereka mengatakan, ‘sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok.” (Q.S Al-baqarah : 14)

“Dari Abu horairah radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tanda-tanda orang munafik itu tiga; bila berkata bohong, bila berjanji ia mengingkari, dan bila dipercaya ia mengkhianati.” (Muttafaq Alaihi)

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman (pula), kemudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka jalan yang lurus.” (Q.S An-Nisa : 137)

Ø Bahaya dan kerugian sifat munafik
“sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.” 9Q.S An-Nisa : 145)
“Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, pada hal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sabar.” (Q.S  Al-Baqarah : 9)

“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya, dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.” Q.S Al-Baqarah : 10)

Ø Contoh perilaku yang mencerminkan sifat munafik
Hadist riwayat Abu Said Al-Khudri ra :
“bahwa beberapa orang munafik pada masa rasulullah selalu tidak ikut serta bila Nabi saw pergi berperang. Mereka bergembira ria dengan ketidakikutsertaan mereka bersama Rasulullah saw. Lalu apabila Nabi saw telah kembali, mereke mengemukakan alasan kepada beliau sambil bersumpah dan berharap mendapat pujian dengan apa yang tidak mereka perbuat. Maka turunlah ayat, ‘Janganlah sekali-kali kamu menyangka, bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan, janganlah kamu menyangka mereka akan terlepas dari siksa’.” (Sahih Muslim No.4981) Wallahu A’lam.














BAB III
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Munafik
Munafik adalah bentuk fa’il atau menunjukkan kata perilaku dari kata nifak, atau lebih jelas lagi munafik adalah sebutan bagi seseorang yang memiliki sifat nifak. Dalam ajaran islam munafik berarti seseorang yang menyembunyikan sesuatu yang sebenarnya dengan cara menampakkan sikap atau perilaku yang tidak jujur untuk menutupi kebenarannya. Bersikap munafik dalam ajaran islam termasuk pada akhlaq yang tercela yang harus dihindari oleh setiap muslim. Seseorang yang memiliki sifat munafik diibaratkan dengan orang yang bermuka dua, di mana kedua-duanya saling menebarkan berita bohong dan tidak jujur.
Jadi munafik adalah apa yang dikatakan dan diperbuatkan tidak sama antara hati dan lidah.

B.   Ciri-ciri munafik
Berdasarkan ayat Al-Qur’an dan hadist Nabi saw ciri-ciri orang munafik, antara lain :
a.       Menyembunyikan kebenaran di dalam hatinya dengan mengatakan sesuatu yang dusta.
b.      Sering berkata dusta, jika berjanju sering mengingkarinya dan  bila diserahkan amanat sering berkhianat.
c.       Bersikap tidak konsisten
Dari tiga ciri di atas cukuplah menjelaskan kepada seorang muslim untuk lebih berhati-hati dalam menjaga hati dan ucapannya, jangan sampai menganggap ringan sebuah pengakuan ataupun jani yang kita ucapkan. Sebab bisa jadi hal itu akan membawa kita termasuk pada ciri orang munafik.

C.  Bahaya dan kerugian sifat munafik
Munafik adalah salah satu sifat tercela yang harus benar-benar dijauhi oleh seorang muslim, karena akan menyebabkan kerugian bagi muslim sendiri. Diantara beberapa kerugiannya antara lain :
1.      Akan di tempatkan dikerak neraka.
2.      Telah menipu Allah SWT. Orang yang memiliki sifat munafik tidak menyadari bahwa sebenarnya dia telah berusaha menipu Allah dan menipu dirinya sendiri.
3.      Mengidap penyakit hati.
4.      Memiliki sikap pengecut yang terkadang sengaja melakukan dusta untuk mencari keuntungan dan perlindungan atas dirinya sendiri.

D.  Contoh perilaku yang mencerminkan sifat munafik
Contohnya yaitu pada zaman Rasulullah saw pernah ada orang munafik yang setiap Rasulullah pergi berperang, mereka (orang munafik) selalu tidak ikut. Ketika rasulullah pergi berperang, mereka bergembira ria dan senang-senang. Lalu apabila Rasulullah telah kembali, mereka mengemukakan alasan ketidak ikutnya mereka berperang kepada beliau sambil bersumpah dan berharap agar mereka mendapat pujian dengan apa yang tidak mereka perbuat.

















BAB IV
KESIMPULAN

Allah sangat tidak suka dan melarang seorang muslim berperilaku munafik karena munafik itu adalah perilaku yang sangat hina.

0 komentar:

Posting Komentar

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com tipscantiknya.com